Kenali Gangguan Mental Obsessive- Compulsive Disorder (OCD) yang Dapat Menyerang Siapapun


                                    

        Obsessive-Compulsive Disorder atau yang lebih sering dikenal dengan sebutan OCD adalah gangguan kesehatan mental yang menyebabkan pengidap OCD ini melakukan kegiatan tertentu berulang kali dikarenakan kecemasan yang dialaminya. OCD dapat mempengaruhi kehidupan pengidap secara keseluruhan baik memengaruhi pemikiran atau bahkan perilakunya. Pemikiran dan perilaku pengidap OCD tidak mampu dikendalikan olehnya. Meski pengidap OCD tidak memiliki pikiran maupun keinginan untuk melakukan hal tersebut, ia seperti tidak berdaya untuk menghentikannya. Artinya, OCD bisa memberikan pengaruh yang sangat signifikan terhadap berbagai aspek kehidupan pengidapnya.

Faktor Penyebab Obsessive-Compulsive Disorder (OCD)

        OCD dapat diderita oleh siapapun bahkan diumur berapapun, mulai dari anak-anak hingga mereka yang sudah dewasa sekalipun. Penderita OCD dapat dipengaruhi oleh beberapa faktor mulai dari faktor internal ataupun eksternal, diantarannya: 
  • Adanya trauma yang pernah dialami penderita OCD
  • Pengaruh lingkungan sekitar
  • Adanya faktor genetik atau keturunan penderita OCD
  • Gangguan senyawa kimia yang ada di dalam otak, seperti norepinefrin dan serotonin
  • Emosi yang menguasai pemikiran 

Gejala yang Dialami Oleh Pengidap OCD

beberapa gejala penderita OCD

        Seseorang yang memiliki gangguan kesehatan mental OCD memiliki beberapa gejala. Gejala seseorang yang mengidap OCD bisa datang dan pergi kapanpun dan akan mereda seiring berjalannya waktu bahkan gejala tersebut dapat berubah menjadi lebih buruk. semakin bertambahnya umur pengidap OCD, maka memungkinkan gejala tersebut cenderung lebih memburuk apabila tidak segera diatasi. gejala-gejala yang menunjukkan seseorang menderita OCD, seperti: 
  • Melakukan kegiatan yang berulang-ulang, pengidap OCD merasa perlu melakukan tindakan tersebut secara berulang-ulang karena untuk mengurangi rasa cemas yang ada pada dirinya sendiri.
  • Merasa takut secara berlebih terhadap lingkungan sekitarnya, seperti akan kotor, virus, kuman, ataupun bakteri.
  • Memiliki keinginan untuk selalu merapikan barang secara terus-menerus hingga tepat dan simetris.

Diagnosis Seseorang yang Mengidap OCD

        Seseorang yang merasakan adanya gejala OCD dianjurkan untuk melakukan pemeriksaan psikologis untuk mendiskusikan pikiran, perasaan, gejala, dan pola perilaku seseorang yang mengidap OCD. Pemeriksaan fisik juga dilakukan yang bertujuan untuk menguatkan diagnosis OCD atau tidaknya. Selain pemeriksaan fisik, juga akan dilakukan pemeriksaan laboratorium seperti perhitungan darah lengkap, pemeriksaan fungsi tiroid, dan skining alkohol serta konsumsi obat.

       Namun, langkah awal untuk mendiagnosa gangguan OCD adalah:

  1. Evaluasi psikologis. Psikolog dapat mendiskusikan pikiran, perasaan, gejala, dan pola perilaku pengidap untuk menentukan apakah kamu memiliki obsesi atau perilaku kompulsif yang mengganggu. Diskusi ini mungkin juga dilakukan dengan keluarga atau teman terdekat, tentunya dengan seizin pengidap.
  2. Kriteria diagnostik untuk OCD. Dokter atau psikolog mungkin menggunakan kriteria untuk melakukan diagnosa. Kriteria yang dimaksud merujuk pada Manual Diagnostik dan Statistik Gangguan Mental (DSM-5), yang diterbitkan oleh American Psychiatric Association.
  3. Pemeriksaan fisik. Pemeriksaan ini dilakukan untuk mengeliminasi masalah lain yang dapat menyebabkan gejala pada seseorang. Sehingga dokter dapat memeriksa komplikasi yang hanya berkaitan dengan OCD.

Cara Mengobati Gangguan OCD

        Semakin bertambahnya umur pengidap OCD, maka memungkinkan gejala tersebut cenderung lebih memburuk apabila tidak segera diatasi atau diobati. Namun, OCD tidak dapat disembuhkan secara total sehingga untuk pengidap OCD dapat melakukan beberapa penanganan untuk mengurangi gangguan OCD yang diderita, seperti:
  • Menjalani psikoterapi atau terapi psikologis, hal ini bertujuan untuk mengenali perasaan, pikiran, serta kondisi yang dialami penderita OCD.
  • Melakukan terapi kognitif, yaitu terapi yang dilakukan dimana penderita OCD akan dihadapkan dengan kondisi yang sering dihindari atau ditakuti.
  • Mengosumsi obat-obatan yang telah diresepkan oleh dokter yaitu antidepresan, antipsikotik, dan sejenisnya apabila melalui terapi psikologis dan terapi kognitif tidak membantu meredakan gejala OCD.




Komentar